Bantaeng, Sulsel— Pemerintah Kabupaten Bantaeng bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Kabupaten Bantaeng, berkolaborasi dengan Yayasan Bantuan Hukum Perempuandan Anak (YBH PA) Bangkit menyelenggarakan aksi penanaman 5.000 bibit mangrove serta membersihkan kawasan Pantai Bombong, yang terletak di lokasi pacuan kuda Desa Biangkeke, Kabupaten Bantaeng.

Kegiatan ini mengusung tema “Bertumbuh: Bakti Edukasi Masyarakat Terarah untuk Menguatkan Bantaeng Utuh dan Hijau”. Penanaman mangrove tersebut menjadi salah satu program kerja KKN Unhas Kabupaten Bantaeng dalam upaya pelestarian lingkungan pesisir sekaligus mitigasi perubahan iklim.

Acara ini dihadiri langsung oleh Prof. Nurdin Abdullah, Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng, unsur Forkopimda, sejumlah perwakilan OPD, para camat, serta perwakilan kepala desa dan lurah se-Kabupaten Bantaeng.

Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzi Nurdin, M.I.Kom, menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa KKN Unhas atas dedikasi dan kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat, bahkan hingga pelosok daerah.

“Ucapan terima kasih kepada KKN Unhas karena pengabdian, dedikasi, dan kontribusinya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Ini akan menjadi kenang-kenangan KKN Unhas. Lima hingga sepuluh tahun ke depan, akan ada kenangan berupa 5.000 pohon mangrove yang kita tanam hari ini. Mudah-mudahan dapat memberikan manfaat besar untuk seluruh masyarakat Kabupaten Bantaeng,” ujar Bupati.

Penanaman mangrove diharapkan tidak hanya menjadi simbol kegiatan ramah lingkungan, tetapi juga menjadi warisan ekologis yang dapat terus dirasakan manfaatnya oleh generasi mendatang, terutama dalam melindungi garis pantai dari abrasi, menjaga ekosistem laut, dan memperkaya keanekaragaman hayati di wilayah pesisir Bantaeng.