JAKARTA– Peneliti Indikator Politik Bawono Kumoro merespons kunjungan DPP Golkar ke Istana Kepresidenan adalah hal yang baik dan positif untuk penguatan soliditas sinergi ke depan. Pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto itu dinilai menjadi ajang silaturahmi politik yang baik.

“Menjadi ajang silaturahmi sekaligus membuka ruang diskusi mengenai keberlanjutan dari pembangunan bangsa dan negara,” kata Bawono, Kamis (28/8/2025).

Menurutnya, sebagai salah satu partai politik lama dan pengalaman panjang di pemerintahan, masukan pandangan Partai Golkar sangat diperlukan oleh Presiden Prabowo.

“Sehingga arah pemerintahan ke depan ini semakin on the right track untuk mencapai Asta Cita,” sambungnya.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengungkap materi yang dibahas dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Diakuinya, pertemuan ini menjadi kesempatan bagi Golkar bersilaturahmi dengan Prabowo.

Hal ini diungkap Bahlil usai bertemu dengan Prabowo selama lebih dari dua jam di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu (27/8/2025).

“Kami baru selesai melakukan silaturahmi dengan bapak presiden,” kata Bahlil kepada wartawan.

“Posisi kami hari ini sebagai pengurus DPP partai Golkar, saya didampingi oleh sekjen, bendahara umum, ketua dewan pembina, wakil wakil ketua umum, dan unsur unsur ketua,” ujarnya menambahkan.

Bahlil menjelaskan pihaknya melakukan diskusi yang sangat konstruktif terkait dengan berbagai perkembangan Indonesia ke depan. Khususnya program-program yang dilakukan Prabowo terkait penegakan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

“Termasuk dalamnya kita juga diskusi bagaimana sistem politik yang ideal ke depan,” ujarnya.

Adapun, Bahlil mengeklaim pertemuan yang berlangsung dengan Prabowo sangat produktif. Sebab, ia juga berbicara koalisi yang baik dengan pemerintah ke depan.

“Sudah barang tentu kita lakukan semua dalam rangka bagaimana kita bisa mewujudkan apa yang menjadi program program bapak presiden dalam Asta Cita,” jelasnya.